top of page

[Review] The Book Thief “Drama Ringan Di Era Ketika NAZI Berkuasa”

Oct 18, 2016
2 min read

The Book Thief adalah adaptasi dari novel milik Markus Zusak dengan judul yang sama. Kisahnya sederhana. Menceritakan seorang gadis di tanah Jerman saat Nazi berkuasa. Horor terhadap Nazi bukan hanya dialami bagi penduduk jajahan yang diakupasi oleh Nazi. Namun juga bagi rakyat Jerman sendiri.

Kisah bermula dari Liesel (Sophie Neilsse), seorang gadis yang diadopsi oleh pasangan suami istri Hans dan Rosa Hubermann (diperankan oleh aktor kawakan Geoffrey Rush dan Emily Watson). Saat itu Nazi sedang berkembang pesat di seantero Jerman.

Hans dan Rosa hanyalah sepasang suami-istri yang mengadopsi Liesel karena tidak punya anak. Meskipun kehidupan Hans dan Rosa bukanlah berasal dari keluarga kaya. Rosa sendiri hanyalah seorang tukang cuci sementara Hans bekerja sebagai buruh biasa.

Liesel yang remaja menjadi saksi sejarah bagaimana Jerman berubah drastic menjadi Jerman-Nazi yang dipimpin oleh Hitler. Peristiwa-peristiwa penting pada periode itu terjadi di depan mata Liesel. Salah-satunya adalah peristiwa “Pembakaran Buku” yang dilakukan oleh Nazi pada 10 Mei 1933. Buku-Buku yang dianggap tidak sesuai dengan ideology Nazi dibakar dan dihancurkan. Peristiwa ini terjadi di seluruh kota-kota di Jerman.

Perjalanan waktu, Keluarga Hans dan Rosa kedatangan seorang pemuda bernama Max (Ben Schentzer). Max merupakan keturunan Yahudi yang saat itu mulai terjadi pembersihan terhadap etnis Yahudi. Karena keluarga Max dahulu berteman dengan Hans, maka Max disembunyikan di rumah tersebut.

Liesel dan Max lambat laun menjadi sahabat. Bertempat di bawah tanah, mereka menjadi sahabat. Di satu sisi, kehadiran Max juga menjadi resiko besar bagi Hans dan Rosa karena menyembunyikan seorang Pemuda Yahudi.

Di luar rumah, Liesel berteman dengan Rudy (Nico Liersch) yang sebaya dengannya. Tidak seperti remaja lainnya, Liesel dan Rudy tidak menyukai Nazi. Bahkan dalam satu kesempatan, Rudy menyukai pelari Olympiade Jesse Owens asal Amerika yang kulit hitam. Sementara hal tabu mengagumi Jesse Owens bagi Nazi.

Dengan bantuan narasi suara dari Roger Alam, The Book Thief alur-nya berjalan pelan namun tidak membosankan. Film yang disutradarai oleh Brian Percival ini memanglah berkutat pada sosok Liesel yang remaja semasa Nazi berkuasa di Jerman.

Perjalanan waktu sejarah terangkum dari awal Nazi berkuasa hingga Jerman mengalami kekalahan dalam Perang Dunia ke II. Sutradara Brian Percival dengan drama ringan mencoba menggambarkan situasi yang menegangkan bagi rakyat Jerman selama Nazi berkuasa. Ideologi Nazi yang rasis serta penuh kebencian terhadap ras lain coba digambarkan selama 131 menit

Menariknya, dalam The Book Thief, bukanlah menceritakan petinggi atau keluarga kaya yang ada di Jerman saat Nazi berkuasa. Namun, film ini mencoba menceritakan kehidupan para rakyat jelata saat Nazi berkuasa.

Meskipun film ini tidak dibuat sebagai drama yang berat, namun sutradara dan penulis skenario berhasil membuat adegan dramatis tanpa musti berkelit dan rumit untuk dijamu kepada penonton. The Book Thief di satu sisi seperti menjadi kronologi sejarah apa yang terjadi di tengah masyarakat bawah Jerman selama Nazi berkuasa.

Secara keseluruhan, The Book Thief adalah kisah drama ringan yang terjadi di Jerman saat Nazi berkuasa. Film ini membuktikan bahwa begitu banyak rakyat Jerman yang sebenarnya tidak sepakat dengan ideologi Nazi yang penuh kebencian dan rasis. Liesel adalah penggambaran remaja Jerman yang polos tanpa mengerti politik dan sebagai simbol kepolosan terhadap kejahatan yang dilakukan oleh Nazi. Selamat menonton.

Nilai: 7 dari 10 Bintang

139 Comments


jordan87133
4 hours ago

What interests me about choosing a college learning environment is how a broad idea becomes part of an ordinary day. The way a course is taught can affect whether a student feels comfortable asking for help. I would keep that thought nearby when looking for ideas about college study choices. I do not have a settled view yet, but this seems like a good place to slow down and look more closely. What would you ask about teaching and support before choosing a college?

Like

jordan87133
5 hours ago

I can see why encouraging learning through local participation would invite discussion, since different people will bring different experiences to the same question. Taking part in a local activity can give a classroom topic a practical purpose. I would keep that thought nearby when looking for ideas about Jankowice community education. I do not have a settled view yet, but this seems like a good place to slow down and look more closely. How could a school invite families into a project without making participation difficult?

Like

jordan87133
10 hours ago

The subject of connecting historical names with local education feels more interesting when there is room for a reader to stop and ask their own questions. A school's name can provide a route into discussing a wider historical period. Seen this way, Jagiellonian history education becomes a topic to explore rather than something to sum up too quickly. I am still thinking through the details, and a small example would help me picture how this works in practice. How can students explore a historical figure without reducing the lesson to a list of dates?

Like

jordan87133
11 hours ago

My first thought about writing clear and useful local advertisements is that the everyday experience deserves as much attention as the larger explanation. Specific descriptions can save both the reader and the advertiser a round of basic questions. This is why I would approach local classified advertisements with a specific question rather than a fixed expectation. A short discussion of an everyday example would make this easier for me to connect with, especially as someone still learning about the subject. Which details should always appear in a short local listing?

Like

jordan87133
12 hours ago

My first thought about learning languages through everyday situations is that the everyday experience deserves as much attention as the larger explanation. A familiar situation can give new words a purpose beyond memorisation. That is the kind of detail I would keep in mind while exploring practical language learning. I can imagine different answers depending on the situation, so I would want to understand the context before drawing conclusions. How would you practise vocabulary so that it becomes easier to use in conversation?

Like
You Might Also Like:
Short-Life-Quotes
if-you-stop-struggling-then-you-stop-life-quote-1
Cute_Quotes_Tumblr_03
7cce42d1c8d3c507d87e2dc9971f9840
About Me

iya. gue john. lg mo nulis apa aja. :p

mo baca profil ? kelik yg tentang sayahhhh 

hehehehehe ....

 

Join my mailing list

Search by Tags

© 2023 by Going Places. Proudly created with Wix.com

bottom of page